Bir pletok. Bir pletok is an Indonesian traditional drink of the Betawi people in Jakarta, Indonesia. Pletok beer is a refreshing drink made from a mixture of several spices, namely ginger, fragrant pandan leaves, and lemongrass. Although it contains the word beer, Pletok beer does not contain Alcohol.

Bir pletok This signature drink of the Betawi, or Batavian, indigenous people of Jakarta, is actually not a beer. Its red color is naturally from shaved sappan wood, and its rich flavor comes from a variety of spices, neither fermentation nor alcohol. Bir pletok adalah minuman khas Betawi yang dibuat dari campuran beberapa rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi, dan serai. Kamu dapat menghidangkan Bir pletok hanya dengan menggunakan 10 bahan dan 3 langkah saja. Berikut ini bahan dan cara untuk memasaknya, bikin Bir pletok yuk!

Bahan Bir pletok

  1. Sediakan 250 gr of jahe (geprek).
  2. Gunakan 1 biji of pala.
  3. Dibutuhkan 3 lembar of daun pandan.
  4. Dibutuhkan 5 biji of kapulaga.
  5. Diperlukan 5 batang of kayu manis.
  6. Diperlukan 5 biji of cengkeh.
  7. Gunakan 15 gr of kayu secang.
  8. Gunakan 5 batang of serai (geprek).
  9. Diperlukan 2 liter of air.
  10. Siapkan of Gula pasir (takaran sesuai selera).

Minuman tradisional ini dikenal di kalangan etnis Betawi. Agar warnanya lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang, yang akan memberikan warna merah bila diseduh dengan air panas. Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol. ID,JAKARTA — Bir dengan stempel halal, sudah barang pasti sulit mencarinya.

Cara membuat Bir pletok

  1. Rebus semua bahan kecuali kayu secang dan gula, rebus sampai mendidih, kecilkan api..
  2. Masukkan kayu secang dan gula rebus kembali kira2 5 menit..
  3. Sebelum disajikan saring dl, bisa diminum hangat atau dingin.

Tapi lain ceritanya jika Anda mencari minuman itu di perkampungan Betawi. Lihat juga resep Bir Pletok Minuman Khas Betawi enak lainnya. JAKARTA, KOMPAS.com – Bir pletok merupakan salah satu minuman khas Betawi yang mempunyai kisah unik. Bir halal ini konon katanya tercipta dari pengaruh budaya minum alkohol dan wine orang Belanda saat zaman kolonial dahulu. Baca juga: Manfaat Bir Jawa, Minuman Tradisional Khas Yogyakarta "Zaman dulu Belanda itu suka minuman beralkohol atau wine saat sedang pesta-pesta.